PENYEBAB & CIRI CIRI ANAK AUTIS YANG HARUS DIKETAHUI

Posted on

Anak merupakan anugerah yang tidak terkira dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun, bagaimana jika Tuhan memberikan kita anak yang istimewa dibandingkan anak yang lain. Bahkan sifat dan sikapnya jauh dari kata normal, namun memiliki keunikan tersendiri sebagai seorang anak. Sanggupkah kita jika diberi anugerah seorang anak autis? Bagaimana Anda dapat mengetahui ciri ciri anak autis? Jika Anda mengetahui ciri-ciri tersebut apa yang akan Anda lakukan? Bagaimanapun, anak tetaplah seorang anak dengan segala keistimewaannya.

Secara teoritis autisme merupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada seorang anak yang sangat kompleks. Autisme dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab anak autis disebabkan diantaranya oleh genetik, pengaruh pestisida yang berasal dari makanan, obat-obatan, usia orangtua ketika memiliki anak, dan perkembangan otak.

ciri ciri anak autis
Image: aneahira.com

Setelah Anda mengetahui penyebab anak autis, Anda dapat mengetahui ciri ciri anak autis hanya dengan beberapa pertanyaan sederhana. Pertanyaan itu dapat Anda jawab sendiri dengan melihat perkembangan anak Anda sehari-hari. Diantara pertanyaan tersebut adalah apakah anak memiliki ketertarikan terhadap anak seusianya yang lain? Apakah anak dapat menatap mata Anda lebih dari 1 atau 2 detik? Apakah anak bisa menirukan ekspresi Anda? Apakah anak Anda dapat menjawab atau bereaksi ketika dipanggil?

Dari beberapa pertanyaan tersebut jika jawabannya tidak maka anak Anda dapat di indikasikan memiliki gejala autis. Anak bisa diperiksakan ke dokter untuk memperoleh hasil yang lebih jelas. Anda bisa menimbang-nimbang kembali penyebab anak autis disebabkan oleh genetik, obat-obatan atau sebab yang lain.

Secara umum, anak autis dapat dikenali dengan ciri-ciri diantaranya adalah sebagai berikut:

Memiliki Gangguan Di Dalam Interaksi Sosial

Anak yang memiliki gejala autis biasanya tidak menyukai hal yang berkaitan dengan interaksi sosial. Anak akan menghindar dari kontak mata atau canggung ketika berada di keramaian dan kerap mengeluarkan kata-kata yang pedas. Hal ini dapat terlihat dari ketidaktertarikannya terhadap lingkungan sekitar, atau permainan yang sedang dimainkan oleh teman sebayanya.

Memiliki Kesulitan Dalam Berempati

Anak yang memiliki gejala autis memiliki kesulitan dalam merasakan empati pada seseorang. Hal ini dikarenakan ketidaktertarikannya pada interaksi sosial. Anak juga memiliki kesulitan dalam memahami serta mengenali bahasa tubuh seseorang atau intonasi bahasa seseorang. Tetapi, dengan terapi yang benar, empati anak bisa diasah dan ditingkatkan. Kesabaran diperlukan untuk memberi pengertian kepada anak autis tentang pentingnya empati pada seseorang.

Tidak Menyukai Hal Yang Berkaitan Dengan Kontak Fisik

Anak yang memiliki gejala autis, sebagian dari mereka tidak menyukai hal yang berkaitan dengan kontak fisik. Sebagian dari mereka tidak menyukai disentuh atau dipeluk. Namun, sebagian lagi juga menyenangi kontak fisik seperti disentuh dan dipeluk.

Memiliki Gangguan Dalam Berbicara

Anak yang memiliki gejala autis memiliki kesulitan dalam berbicara. Mereka tidak mampu berbicara namun hanya mampu mengucapkan beberapa kata saja. Beberapa diantaranya dapat berbicara setelah usia 12-18 bulan, namun ada sebagian anak autis yang mampu berbicara setelah beranjak sedikit besar. Biasanya mereka memiliki intonasi yang khas, serta senang dalam mengulangi kata-kata.

Perkembangan Yang Tidak Seimbang

Pada anak autis perkembangan mereka tumbuh dengan tidak seimbang. Kemampuan mereka akan lebih cepat berkembang pada satu sisi, namun terhambat pada sisi yang lain. Contohnya kemampuan kognitif lebih cepat berkembang dibanding kemampuan bahasa. Atau kemampuan berbicara bagus, namun kemampuan motorik yang terhambat.

Setelah mengetahui ciri ciri anak autis, sebaiknya anak dibawa ke dokter spesialis untuk mendapatkan terapi. Pada dasarnya anak autis adalah anak yang cerdas, namun mereka selalu fokus terhadap satu bidang saja. Dengan terapi dan pembelajaran yang tepat, anak autis tidak berbeda dengan anak normal lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *