KAITAN PERKEMBANGAN OTAK ANAK DENGAN MAKANAN MANIS

Posted on

Ada kaitan antara makanan manis dan perkembangan otak anak. Pola pemberian asupan makanan kepada anak ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan juga perkembangannya. Asupan dan nutrisi tertentu bisa menimbulkan efek pada keseimbangan otak buah hati Anda. Kecenderungan anak yang gemar mengkonsumsi makanan yang manis-manis seperti cokelat, permen, biskuit dan berbagai cemilan manis lainnya yang dianggap normal saja oleh para orang tua. Namun ternyata hal tersebut berdampak buruk bagi kesehatan anak.

Seorang psikiater anak,  dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ (K) mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena asupan gula dari makanan-makanan seimbang saja sebenarnya sudah cukup, apabila ditambah dengan asupan makanan manis, anak nantinya akan kelebihan asupan gula. Asupan gula yang cenderung berlebih dapat memicu cukup banyak gangguan kesehatan, antara lain adalah obesitas pada anak, diabetes dan juga karies pada gigi. Ditambah lagi, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa asupan gula berlebih ini dapat menyebabkan gangguan konsentrasi pada si kecil. Itulah sebabnya perkembangan otak anak jadi terganggu.

perkembangan otak anak
Image: brainability.org

Dr. Tjhin juga menjelaskan bahwa pada saat konsumsi gula anak berlebih, tubuh akan menetralkannya dengan cara memperbanyak jumlah produksi insulin. Sedangkan kadar insulin yang jumlahnya terlalu banyak akan membuat buah hati Anda cepat merasa lelah sehingga sulit untuk berkonsentrasi. Baca juga: 20 Tips Agar Anak Cerdas.

Selain efeknya dapat mengganggu konsentrasi, menurut Dr. Tjhin, asupan gula dari makanan manis yang berlebihan juga dapat mengakibatkan perubahan perilaku serta keadaan emosional anak. Pada seorang anak usia pra sekolah, kelebihan asupan gula juga dapat menurunkan kualitas belajar, membuat anak Anda menjadi terlalu aktif dan akan berprilaku lebih agresif. Baca juga: 8 Trik Mengatasi Anak Nakal.

Kadar gula yang seseorang yang paling optimal adalah 55% dari total asupan yang diperlukan oleh tubuh. Tidak boleh terlalu rendah juga karena dapat menyebabkan anak menjadi lesu, namun tidak juga boleh terlalu tinggi juga karena bisa mengganggu neurokimiawi atau senyawa kimia yang ada di dalam syaraf. Inilah yang menyebabkan tubuh jadi mudah lelah. Yang penting adalah asupan karbohidrat harus seimbang. Selain itu Dr. Tjhin juga menekankan pada konsumsi asupan protein daripada asupan karbohidrat, terutama sebelum anak Anda melakukan pekerjaan rumit yang membutuhkan konsentrasi dan juga kewaspadaan. Baca juga: Soda Terbukti Bikin Anak Nakal.

Protein ini akan membuat produksi energi lebih konstan sehingga tubuh anak tidak mudah capek. Berbeda dengan asupan gula dengan kadar yang tinggi,  awalnya saja membuat anak agresif, tapi cepat lelah kemudian, sehingga dapat mempengaruhi kemampuan berkonsentrasi dan bahkan kecerdasan anak.

Nah, mulai sekarang sebaiknya perhatikan asupan makanan si buah hati. Karena ternyata ada kaitan antara makanan manis dengan perkembangan otak anak, jangan sampai si kecil terlalu banyak atau berlebihan dalam mengkonsumsi makanan manis agar selalu sehat serta daya konsentrasinya tidak terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *