HINDARI 5 UCAPAN INI DALAM MENDIDIK ANAK

Posted on
HIndari 5 Ucapan Ini Dalam Mendidik Anak– Bagi seorang anak, rumah adalah tempat belajar yang paling utama karena mereka menerima berbagai pendidikan dari orang tuanya secara langsung ataupun tidak. Termasuk di dalamnya semua tingkah laku dan ucapan orang tua selalu dijadikan contoh yang akan ditirunya. Sudah bukan rahasia lagi, jika orangtua harus selalu memperhatikan bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan buah hati mereka. Apa yang orang tuakatakan dan bagaimana cara orang tua mengatakannya merupakan masalah yang penting. Cara berkomunikasi orangtua dapat memberi dampak positif ataupun negatif pada hubungan orangtua dan anak dalam jangka waktu yang panjang.

Kalimat sederhana yang biasa keluar dari mulut orangtua pada saat sedang frustrasi bisa berdampak cukup besar pada perkembangan anak. Kata-kata yang kasar atau menyakitkan bagi anak tidak akan bisa ditarik ulang, jadi sebaiknya berhati-hatilah. Hindari 5 ucapan ini dalam mendidik anak karena dampaknya sangat tidak baik bagi anak.
Cara mendidik anak
1. Aku tidak peduli
Anak kecil memang senang bercerita tentang segala hal. Mungkin tentang pembicaraan mereka bersama teman-temannya, tentang bentuk awan yang menurut mereka terlihat mirip dengan ular laut, bercerita tentang alasan kenapa mereka menekan semua isi pasta giginya ke dalam bak mandi dan lain-lain.

Namun terkadang ada orang tua yang tidak ingin mendengarkan cerita mereka. Jangan pernah berkata bahwa Anda tidak peduli dengan apa yang mereka katakan. Itu hanya akan membuat anak-anak jadi merasa tidak penting dan juga akan menghilangkan rasa percaya mereka.

Sebaiknya beritahulah si kecil Anda bahwa masalah tersebut dapat dibahas di lain waktu, pada saat Anda dapat fokus terhadap pembicaraan si kecil. Akan tetapi jangan pernah ingkar janji dan jangan lupa untuk membahasnya.

2. Kamu kan sudah besar!
Apakah putri Anda sudah berusia 7 tahun namun tingkahnya masih seperti anak umur 3 tahun. Jangan pernah Anda menyalahkan tingkah lakunya sambil mengatakan Kamu kan sudah besar! Ini hanya akan membuat anak-anak malah merasa dikritik, padahal bisa saja mereka sedang punya sebuah masalah dan membutuhkan bantuan Anda untuk menyelesaikannya.

Sebaiknya pada saat Anda hendak bereaksi, ambillah sedikit jeda waktu. Pikirkan dengan matang dampak buruk perkataan Anda, jadi bukan sekedar reaksi yang spontan. Jeda akan membantu untuk menurunkan adrenalin sehingga otak dapat berpikir dengan jernih tanpa emosi.

3. Minta maaf!
Apakah anak Anda merebut sebuah mainan temannya dan kemudian membuatnya menangis. Anda mungkin langsung memerintahkan si kecil untuk meminta maaf pada temannya atas tindakannya. Anda sebenarnya memang bermaksud mulia, namun memaksa anak untuk segera meminta maaf tidak akan mengajari mereka akan kemampuan sosial, demikian yang dikatakan Bill Corbett, seorang penulis buku dan pendidik.

Anak kecil tidak bisa langsung mengerti mengapa mereka mesti meminta maaf. JIka selalu Anda suruh, anak bisa saja semakin lambat untuk memahami alasan untuk meminta maaf jika telah melakukan sebuah tindakan buruk.

Sebaiknya minta maaflah pada anak kecil yang telah dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga di saat bersamaan Anda juga memberikan dia contoh yang baik yang seharusnya ditanamkan pada anak.

4. Masak nggak bisa juga?
Apakah Anda mengajari anak untuk menangkap bola 5 kali berturut-turut dan dia belum pintar juga melakukannya? Atau, pada saat belajar beberapa soal matematika dia tidak juga faham? Anda kemudian langsung bertanya Masak nggak bisa juga? Komentar seperti ini hanya akan menjatuhkan mental anak Anda.

Sebab, sebagaimana pernah diungkapkan seorang pakar pembelajaran bernama Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan seperti itu dengan pandangan berbeda. Anak-anak akan mengira bahwa Anda bertanya Kenapa tidak bisa juga? Apa yang salah denganmu sehingga tidak bisa?”

Sebaiknya ambil waktu untuk istirahat. Apabila Anda sudah tidak tahu lagi cara lain untuk mengajari anak tentang sesuatu, sebaiknya berhentilah. Lanjutkan lagi pelajaran pada saat Anda telah siap untuk mencobanya lagi, mungkin hal itu setelah Anda mencari pendekatan atau cara lain untuk mengajarkan apapun yang sedang dipelajari oleh anak Anda.

5. Ditinggal ya!
Apakah anak Anda menolak untuk meninggalkan toko mainan ataupun taman? Sementara Anda sudah telat janjian. Setelah itu Anda memberikan ultimatum pada anak untuk menakut-nakuti mereka dengan mengatakan: Ditinggal ya!’. Untuk anak-anak yang masih kecil, ketakutan akan ditinggalkan oleh orangtua merupakan sesuatu yang sangat nyata. Namun apa yang akan terjadi pada saat ancaman Anda tidak berhasil? Anak akan dengan cepat belajar bahwa ayah ataupun ibu mereka memberikan sebuah ancaman kosong.

Sebaiknya jangan pernah mengatakan pada anak-anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Namun buatlah rencana perjalanan dari toko mainan menuju ke tempat selanjutnya sebelum Anda berangkat dari rumah.

Nah Bunda, sebaiknya hindari 5 ucapan ini dalam mendidik anak. Agar secara psikologis mereka tidak terganggu dan selalu sayang dengan orang tuanya.