6 CARA MENGHADAPI ANAK SAAT PUBERTAS

Posted on
6 Cara Menghadapi Anak Saat Pubertas – Mungkin sangat mudah bagi orangtua untuk mengatakan bahwa anak harus patuh dengan apa yang dikatakan ataupun diperintahkan oleh orang tua dan orang tua punya wewenang untuk memerintah anaknya. Namun apa jadinya jika hal seperti ini diterapkan pada anak-anak Anda yang sudah mulai beranjak remaja? Saat anak Anda masih kecil, mungkin bisa dibenarkan jika orang tua mempunyai kontrol penuh terhadap segala tindak tanduk anaknya. Tetapi situasinya akan berbeda jika anak Anda sudah mulai memasuki usia remaja. Anak sudah punya pilihannya sendiri untuk bertindak. Dan rasa ingin tahu anak tentang persahabatan, penerimaan, dan kebebasan akan menjadi jalan yang sangat rawan yang bisa menggiring anak yang baru pubertas ke dalam pergaulan yang kurang benar. 
remaja
Lalu bagaimana seharusnya tindakan Anda sebagai orangtua agar anak kita terhindar dari bahaya-bahaya pergaulan semacam itu? Di bawah ini adalah beberapa informasi tentang tips bagaimana cara membimbing anak Anda yang sudah mulai beranjak remaja agar dapat terhindar dari bahaya pergaulan yang kurang benar. Inilah 6 cara menghadapi anak saat pubertas.

1. Jangan panik
Masa pubertas merupakan proses alami pada setiap orang, jadi Anda jangan sampai panik saat anak Anda melalui fase ini. Contohnya saat anak perempuan Anda yang masih duduk di kelas 5 ataupun kelas 6 SD mulai mendapatkan haid pertama atau saat anak laki-laki Anda mendapatkan mimpi basah.

2. Jadi teman yang baik
Tips berikutnya adalah orangtua harus membantu pembentukan karakter atau sifat anak pada usia remaja saat mulai memasuki pubertas. Anak pada usia remaja membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana cara membuat pilihan yang benar dan tepat juga bagaimana caranya untuk bisa tetap kuat di tengah-tengah banyaknya tekanan. Dalam membentuk karakter anak, peran orangtua tentu sangat penting. Sebagai contoh seorang ibu yang menurut anak sangat sayang kepadanya, selalu memberinya perhatian penuh dan pengertian  juga bisa menjadi sebagai seorang sahabat yang bisa di ajak untuk curhat akan melekat pada diri seorang anak, sehingga gambaran tentang ibunya tersebut akan menjadi landasan dan menjadi cermin bagi anak usia remaja dalam memasuki pubertas dan mengarungi hari-harinya. 
remaja
Hargai pendapat pendapat anak dengan cara berusaha menjadi pendengar dan teman curhat yang baik bagi mereka. Pada masa pubertas ini, logika mereka akan semakin matang. Dengan cara demikian anak Anda akan lebih mudah dalam mengungkapkan isi hati mereka dan problematika yang dialaminya. Prinsipnya adalah lebih baik anak curhat kepada Anda orang tuanya, dari pada kepada temannya, koran, media sosial di internet dan yang lainnya.

3. Jangan dilarang
Anda sebagai orangtua jangan melarang keinginan anak, terutama saat dia mulai menyenangi lawan jenis, itu sangat normal. Sebagai orangtua Anda harus mendekati preferensi se-ksual anak Anda. Arahkan anak Anda dengan tepat, lembut dan penuh cinta jika Anda tidak mau mereka berpacaran, atau carilah cara agar apabila ada penyimpangan disfungsi psikose-ksual pada anak bisa diatasi sejak dini.

4. Jangan terlalu protektif
Jika Anda sebagai orangtua terlalu protektif pada anak Anda, bisa jadi Anda tidak tahu dengan siapa anak Anda berteman di luar sana. Semakin dilarang, biasanya anak yang sedang dalam masa pubertas akan semakin membangkang. 
remaja
5. Penerimaan
Penerimaan merupakan salah satu hal yang paling penting pada cara menghadapi anak pubertas ini maksudnya adalah bahwa anak yang sudah mulai beranjak dew,asa sangat membutuhkan persetujuan. Artinya saat anak berusia sekitar 13 tahun, mereka akan mulai sering mendengar pendapat yang datang atau disampaikan oleh orang lain, selain orang tuanya sendiri tentunya. Jika pada fase pubertas pertama ini anak Anda tidak mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya sendiri, maka mereka tidak akan lagi mendengarkan arahan Anda. Bahkan mereka akan lebih memilih atau cenderung mendengarkan opini orang lain yang belum tentu benar.

6. Batasan
Batasan atau boundaries adalah saat anak Anda menginginkan orangtua terlibat dalam kehidupan mereka yang sudah mulai menemukan pergaulan dan lingkungan yang bervariasi. Mungkin sepertinya orangtua mendapati bahwa sebagain besar anak remaja yang mulai pubertas sepertinya tidak membutuhkan perhatian dari orangtuanya, namun sebetulnya mereka sangat membutuhkan perhatian orangtuanya. Mereka sangat membutuhkan inspeksi dari orangtuanya, namun mereka juga membutuhkan batasan dari orangtuanya. Mereka selalu mengharapkan bahwa orangtuanya berada di tengah batasan yang telah diciptakan untuk anak remajanya. 
remaja
Maka dari itu curahkanlah segala bentuk perhatian dan juga  rasa kasih sayang kepada anak Anda sehingga anak Anda betul-betul dapat merasakannya. Dan jadilah sahabat setia bagi anak Anda yang senantiasa selalu hadir ketika anak membutuhkan Anda. Ini bisa menjadi benteng yang positif untuk anak saat mendapat pengaruh-pengaruh negatif dari lingkungan dan pergaulan di luar. Anak akan selalu dapat menghargai dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh orangtuanya, karena memang dirinya dapat merasakan dan merasa yakin bahwa orangtua mereka sangat menyayanginya serta petunjuk juga nasihat dari orang tua akan dianggap sebagai solusi yang terbaik bagi anak.

Itulah 6 cara menghadapi anak saat pubertas agar Anda sebagai orangtua dapat terus mendidik anak dengan tepat sampai menjadi seorang dewassa yang sukses dan berhasil.