BAYI BARU LAHIR DIARE HINGGA USIA 1 ATAU 2 BULAN, WAJAR?

Bayi baru lahir diare hingga usia 1 atau 2 bulan, wajarkah? Diare masih menjadi salah satu penyebab kematian pada banyak anak di seluruh dunia. Penyakit yang satu ini memang selalu berhasil untuk diatasi, namun tidak pernah berhasil sampai tuntas diselesaikan. Penyebabnya adalah 85% diare yang diderita oleh bayi adalah diare akut.

Diare juga saat ini menjadi salah satu dari 5 besar penyebab angka kematian balita di dunia, terutama di berbagai negara berkembang. Di Indonesia sendiri rata-rata sebanyak 7 hingga 8 dari 1000 balita meninggal dikarenakan diare setiap tahunnya.

Dr Badriul Hegar, PhD. SpA(K), seorang dokter anak dari RSCM & juga ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, sebagaimana dimuat oleh laman detik.com mengatakan bahwa seseorang dikatakan mengalami diare jika ia mengalami buang air besar cair & frekuensinya lebih sering dari biasanya dalam waktu selama 3 hari lebih. Dikatakan diare sudah akut akut jika berlangsung hingga 7 hari lamanya, diare berlanjut apabila dialami selama 7 hingga kurang dari 14 hari & lebih dari 14 hari lamanya sudah dinamakan diare persisten.

Bayi baru lahir diare hingga usia 1 atau 2 bulan

Bayi baru lahir diare hingga usia 1 atau 2 bulan, normal?
(Image: bienmagazine.co.uk)

Diare ini bisa disebabkan oleh terjadinya infeksi bakteri ataupun virus di dalam usus halus seseorang. Pada balita, diare biasanya lebih sering terjadi pada saat ia berusia 6 bulan sampai 12 bulan. Gejalanya biasanya disertai dengan mual, demam, sakit perut serta dehidrasi. Namun jika terjadi diare berat pada bayi Anda yang usianya di bawah 1 bulan, maka hal itu tak perlu Anda khawatirkan.

Mengapa jika bayi baru lahir diare hingga usia 1 atau 2 bulan tidak perlu khawatir?

Dr Badriul menjelaskan bahwa bayi berusia 1 bulan seringkali mengalami diare antara 8-10 kali sehari. Hal tersebut wajar karena enzim laktase di dalam usus si kecil belum berkembang baik sehingga kandungan laktosa dalam ASI tidak bisa dipecah & justru menarik cairan di ususnya. Akibatnya terjadilah diare. Gejala ini akan semakin membaik dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia bayi.

Dr. IGAN Pratiwi yang juga Ketua Satgas ASI di IDAI sebagaimana penuturannya kepada detik.com menambahkan bahwa bayi yang sedang diberikan ASI eksklusif oleh Bunda, maka diare yang terjadi masih normal & tidak usah dihentikan pemberian ASI-nya.

Dokter yang akrab disapa dengan Dr. Tiwi ini menuturkan bahwa hal tersebut karena pada si kecil yang baru lahir pembentukan enzim lipase yang fungsinya untuk memecah laktosa pada usus bayi belum sempurna, sehingga menyebabkan terjadinya diare, dan lipase ini akan berfungsi optimal saat si kecil berusia 4-6 bulan. Kondisi diare ini biasanya sering terjadi pada bayi berusia 1-2 bulan & tidak akan  menyebabkan berat badannya menjadi turun.

Dr. Tiwi yang berpraktik di RS Bunda Jakarta juga menjelaskan bahwa jika diare ini disebabkan oleh fisiologis, tentu berat badan bayi tidak akan turun. Jadi selama bobot si kecil tidak berkurang, tidak perlu Bunda menghentikan pemberian ASI & normalnya bayi di usia tersebut bisa buang air besar sebanyak 10 sampai 15 kali sehari. Baca juga: 50 Fakta Bayi Baru Lahir Yang Wajib Diketahui Ibu Pemula.

Hal ini juga yang membedakan ASI dengan susu yang lainnya. Pada ASI, jumlah kandungan yang paling banyak adalah laktosa dan sangat penting fungsinya untuk perkembangan otak bayi, sedangkan pada susu sapi jumlah kandungan terbanyaknya adalah protein karena memang bayi sapi memerlukan protein untuk membantu gerak ototnya dan begitu juga pada susu tikus yang juga banyak mengandung protein supaya anak tikus bisa berjalan cepat.

Selain itu bayi yang diberikan ASI ekslusif umumnya mempunyai feses yang asam, hal tersebut untuk menciptakan lingkungan yang asam, dengan demikian kuman tidak dapat tumbuh, oleh karena itu proses menyusui pada bayi baru lahir yang terkena diare tidak perlu dihentikan.

Sedangkan pada balita yang diberikan susu formula biasanya cenderung mengalami susah BAB, karena susu formula memiliki kandungan kadar zat besi tinggi yang tidak mampu dicerna oleh tubuh. Jika kandungannya tidak cocok, maka akan membuat bayi Anda mengalami diare juga yang umumnya mengakibatkan penurunan berat badan. Baca juga: 7 Tanda Bayi Baru Lahir Yang Normal & Sehat.

Nah, jika bayi baru lahir diare hingga usia 1 atau 2 bulan, Bunda tidak usah khawatir selama ia diberikan ASI ekslusif dan tidak mengalami penurunan berat badan. Namun menurut Dr Badriul, diare pada bayi yang perlu diwaspadai adalah jika bayi Anda mengalami dehidrasi sedang & berat. Tanda atau ciri dehidrasi sedang adalah bayi Anda merasa gelisah, matanya terlihat cekung, air mata & mulutnya kering serta terlihat sangat haus ataupun banyak minum. Sedangkan tanda atau ciri dehidrasi yang berat adalah bayi Anda merasa lesu, lunglai serta matanya terlihat sangat cekung, mulutnya sangat kering &malas atau tidak bisa minum.

Tags: Bayi Baru Lahir bayi sehat Merawat Bayi

Related Post "BAYI BARU LAHIR DIARE HINGGA USIA 1 ATAU 2 BULAN, WAJAR?"

MAKANAN IBU MENYUSUI AGAR BAYI CERDAS & PINTAR
Apa saja makanan ibu menyusui agar bayi
PILIH GENDONGAN BAYI DEPAN ATAU SAMPING? INI PLUS MINUSNYA!
Pilih gendongan bayi depan atau samping? Pertanyaan
5 TIPS MENGASUH BAYI TANPA BABYSITTER
5 tips mengasuh bayi tanpa babysitter ini
ANAK BALITA SERING SAKIT, WAJARKAH?
Anak balita sering sakit, wajarkah? Tidak bisa