4 TIPS JIKA ANAK BALITA SERING MEMUKUL & MENGGIGIT

4 Tips Jika Anak Balita Sering Memukul & Menggigit – Bunda yang seringkali mengikuti kegiatan si buah hati tentu akan menyaksikan sendiri betapa seringnya anak-anak yang masih dalam masa balita atau usia pra-sekolah melakukan tindakan memukul ataupun menggigit temannya. Bunda juga akan menyadari bahwa kebiasaan memukul itu tidak berhenti begitu saja bahkan ketika balita mulai sekolah.

IRT Ini Menghasilkan 38,7jt/bln via Internet 

Dia melakukannya dirumah sambil masak dan momong anak. Simak kisah lengkapnya..

 

>>oke saya mau<<

Memukul sering dilakukan anak karena dia belum mampu memakai kata-kata untuk dapat mengungkapkan perasaannya & ia juga belum bisa untuk menyelesaikan masalahnya dengan baik. Tapi, Bunda tetap dapat membantu si kecil agar dia berhenti melakukan tindakan tersebut dengan melakukan beberapa tips di bawah ini, berikut 4 tips jika anak balita sering memukul & menggigit.

4 Tips Jika Anak Balita Sering Memukul & Menggigit

Image: www.popsugar.com

Tunjukkanlah reaksi yang tenang

Bunda pastinya ingin segera berteriak ketika melihat si kecil ternyata memukul temannya. Tariklah napas dalam-dalam & tahan diri Anda untuk tidak berteriak di depan buah hati saat melihatnya memukul. Nada suara Bunda yang tinggi hanya akan semakin memperburuk keadaan saja. Sebaliknya, Bunda segera saja angkat si buah hati dari tempat ia memukul temannya atau pisahkan ia apabila ia terlibat dalam sebuah perkelahian. Kemudian, ajak buah hati Anda untuk menenangkan diri dengan cara menarik napas ataupun berdiam diri. Setelah balita Anda sudah tenang, jelaskanlah padanya bahwa memukul itu adalah perbuatan yang buruk.

Ajarkan mengenai rasa empati

Saat anak si buah hati sudah dalam kondisi yang lebih tenang & lebih baik, jelaskan padanya kenapa memukul itu merupakan perbuatan buruk & bagaimana rasanya apabila ia yang dipukul. Setelah itu, ajarkan kepadanya bagaimana menunjukkan ekspresi kekesalan selain dengan cara memukul, yaitu dengan cara mengatakan apa yang dia rasakan. Katakanlah pada si kecil, misal: Adek ingin pinjam mainan itu bukan? Nah, adek seharusnya bilang kalau ingin meminjam, bukannya memukul.

Bunda juga sebaiknya menghindari memaksa si kecil untuk segera meminta maaf di tempat, sebaliknya Anda yang memberikan contoh kepada si kecil dengan cara meminta maaf pada temannya yang dipukul. Baca juga: Cara Mengajarkan Sifat Berbagi Pada Anak.

Membuat rencana

Apabila kebiasaan si kecil memukul atau menggigit ternyata berlangsung terus menerus, maka sebaiknya Bunda harus mulai membuat sebuah rencana & solusi untuk dapat menghentikan kebiasaannya yang buruk tersebut. Apabila kebiasaan memukul itu terjadi karena berebut sebuah mainan, buatlah waktu batasan untuk dapat bermain dengan mainan tersebut.

Bunda juga dapat bertanya pada si kecil mengenai solusi yang dia inginkan untuk dapat menghentikan kebiasaannya. Dengan demikian, si kecil juga bisa belajar mengenai kemampuan untuk dapat menyelesaikan masalah sendiri mulai sejak dini.

Tidak usah merasa stres

Sikap agresif balita memang kadang-kadang bisa membuat Bunda merasa stres & frustasi dalam menghadapinya. Tapi, Bunda tidak usah ikut merasa stres, sebab hal tersebut justru bisa mempengaruhi kondisi psikologis si kecil. Ingatlah untuk dapat menarik napas dalam-dalam dan tenangkan diri supaya Bunda tidak ikut marah-marah ketika melihat buah hati mulai bertingkah lagi.

Nah, cobalah 4 tips jika anak balita sering memukul & menggigit tersebut ya Bun. Lakukan dengan penuh kesabaran & kasih sayang karena memang prakteknya tidak semudah teori. Namun untuk sikap anak Anda yang lebih baik di masa yang akan datang, kesabaran Bunda akan terbayar dengan sikap buah hati yang berubah semakin baik.

Related Post "4 TIPS JIKA ANAK BALITA SERING MEMUKUL & MENGGIGIT"

6 TANDA ANAK HIPERAKTIF & PERBEDAANNYA DENGAN AKTIF BIASA
6 tanda anak hiperaktif & perbedaannya dengan
5 TIPS & CARA MENGAJARKAN ANAK AGAR JUJUR SEJAK KECIL
Sedikitnya ada 5 tips & cara mengajarkan
5 MANFAAT BERMAIN PUZZLE BAGI ANAK & BALITA
Ada 5 manfaat bermain puzzle bagi anak.