CARA MENGATASI ANAK SERING BERTENGKAR DENGAN ADIK

Cara Mengatasi Anak Sering Bertengkar Dengan Adik – Pertengkaran antara kakak & adik bisa jadi media bagi anak untuk belajar cara terbaik menyelesaikan masalah, cara mengutarakan pendapat, serta cara bersosialisasi. Sesekali biarkan saja mereka bertengkar. Anda tunggu saja dulu, apakah Anda sudah perlu turun tangan atau tidak.

Sebelum menjelaskan cara mengatasi anak sering bertengkar dengan adik atau kakaknya, Kita uraikan dulu apa yang menjadi pemicunya. Berikut beberapa pemicu pertengkaran antara kakak beradik saat anak-anak.

 

Berbeda pendapat

Siapa yang lebih jago, Avatar atau Naruto? Kakak pilih Naruto sedangkan adik membela Avatar. Perdebatan tentang hal ini bisa berbuntut menjadi pertengkaran, teriakan atau bahkan pukulan.

Cara Mengatasi Anak Sering Bertengkar Dengan Adik

Image: akashictimes.co.uk

Kondisi emosi anak

Kakak yang sedang merasa kesal lantaran kalah balap sepeda oleh teman, bisa menjadi marah karena kata-kata adiknya, atau mainan kesayangannya sedang dipegang si adik.

Sedang lelah atau ngantuk

Adik ingin tidur, sedangkan kakak memaksanya untuk bermain. Hmmm, siapa yang tidak akan marah, dipaksa bermain ketika ingin tidur?

Salah paham

Saat kakak ingin membereskan mainan yang sudah berantakan. Disangka ingin merampas mainannya, jelas si adik marah besar.

Mencari Perhatian

Merasa diabaikan oleh ayah, si adik menarik rambut kakaknya untuk memancing keributan. Setelah terjadi keribut, mereka nantinya akan dilerai. Perhatian ayahnya akan beralih pada biang keladi keributan tersebut.

Karena Cemburu

Perasaan yang sangat wajar, yang bisa dirasakan orang de-wasa sekalipun. Adik dibelikan sebuah mainan baru, kakaknya tidak. Kakak merasa bahwa adik lebih disayang.

Sikap tepat para orangtua dibutuhkan sebagai seorang penengah atau wasit agar anak-anak dapat belajar banyak dari pertengkaran ini dan dia berhak meminta time out apabila diperlukan. Lantas bagaiamana cara menghadapi pertengkaran anak-anak. Berikut beberapa tips-nya untuk Anda.

Harus selalu tenang meski menjengkelkan

Jangan terpancing untuk marah ketika anak-anak Anda membuat huru-hara. Jaga juga ekspresi wajah Anda supaya tetap cool. Sikap marah Ayah atau Bunda akan menghambat kemampuan anak Anda dalam mengungkapkan pendapat dan juga mengekspresikan perasaannya. Tenang dan kemudian amati terus perkembangannya.

Hindarilah intervensi

Jangan terburu-buru untuk ikut campur. Biarkan saja anak mencoba menyelesaikan masalah mereka sendiri. Mampu mengatasi sebuah masalah adalah salah satu ciri kemandirian anak. Terlalu seringnya orangtua ikut campur akan membuat buah hati Anda sulit untuk mengambil sebuah keputusan & tidak bisa belajar untuk mencari jalan keluar dari sebuah konflik yang dihadapinya.

Tawarkanlah pilihan solusi

Apabila pertengkarannya kian memanas. Bantulah meredakannya dengan cara menawarkan beberapa solusi. Misalnya bertengkar karena berebut mainan, katakan saja bahwa mainan tersebut hanya satu. Jika terus bertengkar, akibatnya tidak ada seorang pun yang dapat memainkannya. Tawarkan saja apakah mereka ingin main bersama-sama atau bergiliran.

Jangan pupuk kebiasaan mengadu

Jangan memupuk kebiasaan mengadu karena dapat memupuk perilaku yang manipulatif untuk membuat Anda dapat memihak pada salah satu anak. Jangan pernah terpancing untuk membela salah satu anak jika salah seorang dari mereka ternyata mengadukan bahwa saudaranyalah yang bersalah. Jangan pernah memberi respon yang dapat memupuk kebiasaan mengadu tersebut pada anak.

Jangan memihak

Cara mengatasi anak sering bertengkar dengan adik atau kakaknya yang tak kalah penting adalah jangan memihak. Meskipun Anda menyaksikan si adik memukul kakaknya. Jangan pernah langsung menuduh si adik yang bersalah. Biarkan dulu mereka menceritakan apa sih yang sebenarnya terjadi. Jika Anda tahu siapa sebenarnya yang telah memulai perselisihan, sebaiknya orang tua tetap menunjukkan sikap adil & tidak memihak. Baca juga: 7 Cara Mendidik Anak Secara Adil.

Waktunya turun tangan

Jika mereka sudah ’main tangan’, waktunya Anda melerai. Pertengkaran yang sebatas adu mulut cukup Anda sikapi dengan diam. Biasanya, jika orangtua tidak menunjukkan sebuah reaksi yang berlebihan, pertengkaran diantara keduanya akan berhenti juga dengan sendirinya.

Setelah mereka selesai bertengkar, barulah dibahas bersama apa sebenarnya yang menjadi masalahnya. Namun, segera pisahkan saja pertengkaran yang sudah mulai berubah menjadi ajang baku hantam, saling menjambak rambut & kekerasan lainnya.

Ajaklah anak bicara setelah pertengkaran usai

Minta kedua anak untuk duduk bersama Anda dan kemudian membicarakan apa saja yang baru saja terjadi. Biarkanlah mereka lebih banyak untuk berbicara & Anda mendengarkan. Fokuskan diskusinya pada apa yang jadi pokok permasalahan serta bukan pada siapakah yang bersalah.

Ajarkan meminta maaf

Dalam sebuah pertengkaran kakak adik, terkadang tidak ada salahnya satu pihak yang mau untuk menanggung kesalahan. Ajaklah keduanya untuk bisa sama-sama meminta maaf. Setelah itu, ajarkan anak agar untuk tidak gengsi untuk meminta maaf lewat perilaku Anda sehari-hari. Baca juga: 5 Cara Mendidik Anak Laki-Laki Zaman Sekarang.

Itulah beberapa cara mengatasi anak sering bertengkar dengan adik atau kakaknya. Kakak beradik yang seringkali bertengkar justru akan lebih berhubungan baik di saat sudah besar. Karena mereka tentunya sudah saling mengenal. Asalkan pertengkaran mereka tidak meningkat menjadi sebuah persaingan yang juga melibatkan emosi yang cukup rumit (sibling rivalry).

Tags: mendidik anak perkembangan anak

Related Post "CARA MENGATASI ANAK SERING BERTENGKAR DENGAN ADIK"

6 TANDA ANAK HIPERAKTIF & PERBEDAANNYA DENGAN AKTIF BIASA
6 tanda anak hiperaktif & perbedaannya dengan
5 MANFAAT BERMAIN PUZZLE BAGI ANAK & BALITA
Ada 5 manfaat bermain puzzle bagi anak.
KENAPA ANAK BAYI JANGAN TIDUR DENGAN ORANG TUA?
Kenapa anak bayi jangan tidur dengan orang