12 JADWAL IMUNISASI BAYI & ANAK SERTA PERMASALAHANNYA

Dalam tulisan berikut Anda akan mengetahui 12 jadwal imunisasi bayi dan anak serta permasalahannya. Imunisasi sendiri merupakan vaksin yang dibuat dari bakteri ataupun virus versi lemah atau virus mati, yang bisa menyebabkan penyakit tertentu. Pada saat vaksin disuntikkan atau mulai dikonsumsi lewat mulut, maka sistem kekebalan di dalam tubuh akan melancarkan perlawanan pada vaksin yang akan menstimulasi tubuh agar menghasilkan antibodi. Sekali antibodi tersebut diproduksi, maka dia akan tetap aktif berada di dalam tubuh dan siap untuk melawan penyakit yang sebenarnya.

IRT Ini Menghasilkan 38,7jt/bln via Internet 

Dia melakukannya dirumah sambil masak dan momong anak. Simak kisah lengkapnya..

 

>>oke saya mau<<

Untuk dapat melindungi bayi anda dari berbagai macam virus, sebaiknya Anda memberikan imunisasi tepat pada waktunya. Berikut adalah 5 jadwal imunisasi bayi dan permasalahannya serta pemberian vaksin yang direkomendasikan oleh IDAI atau Ikatan Dokter Indonesia.

Vaksin Hepatitis B

Imunisasi pada bayi yang satu ini diberikan dalam waktu sekitar 12 jam setelah ia lahir. Baca juga: Cara Alami Mengatasi Bayi Yang Terkena Penyakit Kuning.

jadwal imunisasi bayi

Image: www.newkidscenter.com

Vaksin Polio

Imunisasi pada bayi untuk mencegah polio diberikan pada kunjungan pertama. Bayi baru lahir di Rumah Bersalin ataupun Rumah Sakit diberikan vaksin OPV ketika bayi dipulangkan untuk dapat menghindari transmisi virus vaksin pada bayi lain. Selanjutnya, untuk vaksin polio-1, polio-2 dan polio-3 bisa diberikan vaksin OPV atau IPV.

Vaksin BCG

Imunisasi pada bayi dengan vaksin BCG ini optimal diberikan pada bayi usia 2 sampai 3 bulan. Jika vaksin BCG akan diberikan setelah umur 3 bulan, maka harus dilakukan uji tuberkulin. Apabila uji tuberkulin pra-BCG tak dimungkinkan, maka BCG dapat diberikan, tapi harus diobservasi dalam 7 hari. Jika ada reaksi lokal cepat di area suntikan atau accelerated local reaction, maka perlu untuk dievaluasi lebih lanjut lagi (diagnostik TB).

Vaksin DTP

Imunisasi untuk bayi ini diberikan pada usia di atas 6 minggu. Bisa diberikan vaksin DTwP ataupun DTaP atau bisa juga kombinasi dengan Hepatitis B ataupun Hib. Ulangan DTP pada umur 18 bulan dan 5 tahun.

Vaksin Campak

Imunisasi untuk bayi ini diberikan pada usia 9 bulan, vaksin penguat untuk hal ini diberikan pada umur 5 hingga 7 tahun.

Vaksin Pneumokokus

Imunisasi untuk bayi dengan vaksin ini bisa diberikan pada usia 2, 4, 6, 12 hingga 15 bulan. Pada usia 7 sampai 12 bulan, diberikan lagi 2 kali dengan interval selama 2 bulan. Pada usia di atas 1 tahun diberikan lagi 1 kali, tapi keduanya memerlukan dosis ulangan 1 kali lagi pada usia di atas 12 bulan atau minimalnya 2 bulan setelah dosis yang terakhir. Pada anak beusia di atas 2 tahun PCV ini diberikan cukup satu kali saja.

Vaksin Rotavirus monovalen & pentavalen

Imunisasi bayi baru lahir dengan vaksin ini diberikan 2 kali, sedangkan vaksin rotavirus pentavalen di berikan 3 kali pada bayi. Vaksin rotavirus monovalen dosis I di berikan pada usia 6 hingga 14 minggu, dosis ke 2 nya di berikan dengan interval minimal selama 4 minggu lamanya. Sebaiknya, vaksin rotavirus monovalen ini selesai diberikan sebelum bayi berusia 16 minggu dan tidak melewati umur 24 minggu.

Vaksin rotavirus pentavalen

Imunisasi bayi baru lahir dengan vaksin rotavirus pentavalen dengan dosis ke-1 diberikan pada usia 6-12 minggu, interval untuk dosis ke-2 dan ke-3, 4 hingga 10 minggu. Untuk dosis ke-3 diberikan pada usia kurang dari 32 minggu (interval minimalnya 4 minggu).

Vaksin Varisela

Imunisasi pada anak dengan vaksin ini bisa diberikan setelah dia berusia 12 bulan, yang paling baik adalah pada usia sebelum anak masuk sekolah dasar. Jika diberikan pada usia lebih dari 12 tahun, maka perlu 2 dosis dengan interval minimalnya 4 minggu.

Vaksin MMR

Imunisasi pada anak dengan vaksin ini bisa diberikan pada usia 12 bulan, jika belum mendapat vaksin campak pada usia 9 bulan. Untuk selanjutnya, MMR ulangan diberikan lagi pada usia 5-7 tahun.

Vaksin Influenza

Imunisasi pada anak dengan vaksin ini diberikan pada usia di atas 6 bulan setiap tahunnya. Untuk imunisasi primer bayi 6 bulan hingga uisa kurang dari 9 tahun diberi 2 kali dengan interval minimalnya 4 minggu

Vaksin HPV

Vaksin ini diberikan pada anak mulai umur 10 tahun. Jadwal vaksin HPV bivalen pada usia 0, 1, 6 bulan dan vaksin  HPV tetravalen pada 0,2,6 bulan.

Imunisasi untuk bayi

Image: idai.or.id

Mengapa Bayi Perlu Imunisasi?

Vaksin sangat direkomendasikan bagi bayi karena sistem imunnya masih belum sepenuhnya kuat serta karena lambung bayi memproduksi lebih sedikit asam lambung sehingga virus dan juga bakteri pada lambung akan dengan sangat mudah berkembangbiak. Beberapa faktor inilah yang dapat menyebabkan mereka menjadi sangat rawan terjangkit penyakit yang cukup berbahaya.

Ketika bayi masih berada dalam kandungan, mereka berada di sebuah tempat yang sangat steril. Sistem imun bayi akan mulai bekerja sejak dia dilahirkan. Tapi tubuh manusia merupakan ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa, karena tubuhnya dapat langsung bekerja untuk dapat melawan berbagai bakteri dan juga vaksin segera setelah bayi mulai meninggalkan tempatnya yang steril. Bayi mampu segera membangun sistem imunnya untuk merespon berbagai bakteri untuk mencegah bakteri tersebut agar tidak memasuki aliran darah serta membahayakan tubuh.

Bicarakan Dengan Dokter

Hal yang harus selalu Anda bicarakan kepada dokter bayi Anda pada saat menyusun jadwal imunisasi ialah alergi yang dimiliki bayi Anda pada saat dia memperoleh suntikan dari vaksin yang sebelumnya. Selain itu, Anda jugaa perlu menginformasikan jika bayi Anda mengalami yang demam tinggi setelah divaksinasi. Baca juga: Ini Dia Bahaya Memotong Tali Pusar Bayi Baru Lahir.

Para ahli telah menjadwalkan imunisasi bayi Anda guna mencapai perlindungan yang paling aman dan lengkap. Oleh karenanya, sangatlah tidak disarankan bagi bayi Anda untuk melewatkan salah satu jenis vaksin karena alan berdampak pada rentannya bayi Anda pada salah satu penyakit dalam kurun waktu yang lama.

Bagaimana Jika Imunisasi Bayi Terlambat

Bagi orang tua yang sudah paham mengenai pentingnya imunisasi untuk bayinya sangatlah bagus sekali. Apalagi jika imunisasi pada bayinya diberikan dengan selalu tepat waktu, pasti hasilnya juga akan lebih maksimal serta tubuh bayi akan lebih terjaga dari risiko berbagai penyakit.

Tapi, bagaimana jika Anda telat membawa si kecil untuk imunisasi? Mungkin kondisi tubuh buah hati Anda bisa saja tidak terlindungi di saat itu, namun masih aman jika Anda bisa segera membawanya untuk dapat segera diimunisasi. Selain itu, sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk dapat memberikan imunisasi jika Anda lupa mengenai jadwalnya. Bayi yang telah mendapat beberapa imunisasi kemudian terlambat pada suntikan berikutnya, bisa saja menyusul tanpa harus memulai dari awal lagi.

Apabila ada beberapa jenis imunisasi yang terlewatkan, dokter anak Anda bisa menyarankan agar si kecil diberikan imunisasi kombinasi yang dapat dilakukan di dalam satu kali suntikan. Hasil yang akan didapatkan sama saja dengan vaksin dengan suntikan terpisah, yaitu untuk menghindarkannya dari beberapa jenis virus dan penyakit berbahaya.

Untuk memudahkan para orang tua agar tidak lupa lagi jadwal imunisasi bayi selanjutnya, buat saja catatan jadwalnya. Selain itu, catatan seperti ini juga sangat penting saat si kecil sudah mulai sekolah agar mengetahui perkembangan imunisasinya.

Itulah 12 jadwal imunisasi bayi yang harus Anda ketahui. Yang harus Anda perhatikan sebelum membawa anak untuk imunisasi adalah bahwa kebanyakan imunisasi tidak dapat diberikan saat bayi atau anak sedang sakit ataupun demam. Jadi tunggu saja dulu sampai buah hati Anda sembuh, kemudian bawa untuk di imunisasi. Selalu berkonsultasi juga dengan dokter atau petugas kesehatan agar mendapat informasi yang tepat sesuai kondisi anak Anda.

Tags: Bayi Baru Lahir Merawat Bayi

Related Post "12 JADWAL IMUNISASI BAYI & ANAK SERTA PERMASALAHANNYA"

MAKANAN IBU MENYUSUI AGAR BAYI CERDAS & PINTAR
Apa saja makanan ibu menyusui agar bayi
PILIH GENDONGAN BAYI DEPAN ATAU SAMPING? INI PLUS MINUSNYA!
Pilih gendongan bayi depan atau samping? Pertanyaan
5 TIPS MENGASUH BAYI TANPA BABYSITTER
5 tips mengasuh bayi tanpa babysitter ini
ANAK BALITA SERING SAKIT, WAJARKAH?
Anak balita sering sakit, wajarkah? Tidak bisa