BAHAYA BEDONG BAYI BAGI PERKEMBANGAN OTAK

Bahaya Bedong Bayi Bagi Perkembangan Otak – Ada sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa segala sesuatu yang sifatnya berlebihan itu tidaklah baik. Ini juga berlaku dalam cara merawat bayi. Salah satunya dalam urusan membedong bayi dan juga kereta bayi (stroller). Terlalu sering membedong si kecil dan meletakkannya di dalam stroller rupanya akan mengganggu perkembangan otak bayi. Konsekuensi tersebut akan terasa pada saat mereka sudah besar kelak.

Bahaya bedong bayi bagi perkembangan otak si kecil telah terbukti dalam penelitian ilmiah. Otak bayi sedang berkembang dengan pesat selama 1.000 hari ataupun sekitar 3 tahun sejak terjadinya pem-buahan. Masa inilah yang disebut dengan periode emas. Otak si kecil yang sedang tumbuh optimal selama dalam masa itu akan mampu menghasilkan sosok anak yang cerdas dan juga berkarakter. Setelah periode dari emas ini berlalu, perkembangan otak buah hati Anda mulai melamban. Setiap harinya otak anak akan tumbuh lebih lambat dari hari-hari sebelumnya.

cara membedong bayi

Image: sinarharapan.co

Selain perlunya asupan nutrisi yang baik dan cukup, perkembangan otak anak yang optimal selama dalam periode emas juga sangat bergantung kepada intensitas dari stimulasi-stimulasi fisik orang tua dan lingkungannya. Irene F. Mongkar, seorang Pakar Stimulasi Anak, sebagaimana dilansir oleh Yahoo Indonesia, mengatakan bahwa stimulasi pada bayi tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu stimulasi sensorik dan stimulasi motorik.

Stimulasi sensorik mencakup berbagai hal yang ada kaitannya dengan panca indra manusia, misalanya seperti melihat, meraba dan juga mendengar. Oleh sebab itu, Irene juga mewanti-wanti para ibu dan juga ayah agar lebih sering dalam melakukan kontak fisik dengan buah hatinya. Baca juga: Ajaibnya Sentuhan Ibu Bagi Bayi.

Bayi tentu saja sangat membutuhkan kehangatan dari orang tuanya. Jadi daripada menaruhnya di dalam stroller, akan lebih baik jika Anda menggedongnya. Coba menurut Anda mana yang lebih berat? Apakah tas yang berisi susu dan juga perlengkapan bayi atau lebih berat bayi Anda?

Sementara itu stimulasi motorik berhubungan erat dengan gerak tubuh seorang manusia. Sangat disarankan, bagi para orang tua untuk sering memberikan kesempatan agar bayinya bergerak dengan sebebas-bebasnya. Biarkanlah bayi Anda leluasa dalam menggunakan tangan, kaki, mata, dan juga mulutnya. Oleh sebab itu, bayi Anda sebaiknya jangan terlalu sering di bedong supaya mereka dapat bebas bergerak. Baca juga : Teknik Bedong Bayi Yang Aman.

Fase merangkak pada bayi juga termasuk dalam stimulasi ini. Orangtua sebaiknya jangan terlalu merasa senang dulu apabila anaknya sudah mampu berjalan. Jika belum terlalu fasih dalam berjalan, biarkanlah bayi merangkak. Menurut Irene, fase merangkak ini sangat penting sebagai sebuah langkah awal bayi dalam melawan gravitasi agar dapat melawan kelumpuhan. Merangkak juga sekaligus melatih si kecil dalam mengenal dunia tiga dimensi, misalnya saja ketinggian dan juga kedalaman.

Beberapa fungsi lainnya dari merangkak antara lain adalah melatih konvergensi, dapat meningkatkan konsentrasi, dapat melatih posisi langkah anak dengan sempurna, belajar keseimbangan, dapat memperkuat tangan sebagai sebuah bekal kemampuan untuk menulis nantinya.

Nah, setelah Anda mengetahui bahaya bedong bayi bagi perkembangan otak si kecil, sebaiknya Anda jangan terlalu sering membedongnya. Kalaupun perlu, sebaiknya memakai teknik bedong yang benar sebagaimana yang Kami cantumkan dalam sebuah link di atas.

Tags: Merawat Bayi perkembangan anak Perkembangan Bayi

Related Post "BAHAYA BEDONG BAYI BAGI PERKEMBANGAN OTAK"

TIPS & CARA AGAR BULU MATA BAYI LENTIK ALAMI
Bagaimana tips & cara agar bulu mata
MANFAAT BOTOL SUSU BAYI & KAPAN MULAI MENGGUNAKANNYA
Botol susu bayi merupakan sebuah alat bantu
4 PENYEBAB ANAK KURUS & BERAT BADANNYA SUSAH NAIK
Ada 4 penyebab anak kurus & berat
5 CARA AGAR RAMBUT ANAK BAYI LEBAT & TEBAL ALAMI
5 cara agar rambut anak bayi lebat