6 CARA MENGHADAPI ANAK SAAT MENSTURASI PERTAMA

6 Cara Menghadapi Anak Saat Mensturasi Pertama – Tips ini sangat penting untuk orang tua, terutama seorang Ayah. Kenapa seorang Ayah? Karena seorang Ayah bisanya tidak terlalu faham dengan masalah mensturasi, jadi terkadang merasa bingung jika anak perempuannya mengalami mensturasi pertama saat istrinya tidak ada di rumah, bingung karena tak tahu apa yang harus dijelaskan dan dilakukan. Tulisan berikut ini mencoba untuk membahas tentang pubertas pada anak perempuan, yaitu saat mereka mengalami haid pertama. Dengan memahami tentang akan datangnya haid pertama, orang tua dapat mempersiapkannya jauh-jauh hari agar tahu apa yang harus dilakukan.

Bagi banyak anak perempuan, haid pertama seringkali menimbulkan perasaan yang tidak menentu. Bingung, takut, cemas, malu dan mungkin traumatis. Ini disebabkan orang tua tidak pernah memberitahu anak perempuannya sebelum hal itu terjadi, apalagi umumnya orang takut dengan darah yang selalu identik dengan luka atau rasa sakit. 

anak haid pertama

Itulah sebabnya orangtua harus memberitahukan anak perempuannya bahwa penda’rahan selama mensturasi adalah wajar dan normal. Sekarang yang jadi pertanyaan adalah kapan orangtua harus membicarakannya dengan anak? Bagaimana cara membicarakannya? Apa tindakan kita saat anak mengalami mensturasi pertamanya? Berikut ini adalah 6 Cara Menghadapi Anak Saat mensturasi Pertama.

1. Bicarakan dengan anak sebelum datang mensturasi
Umumnya anak perempuan mengalami mensturasi pertamanya pada saat berusia sekitar 11 tahun. Namun banyak juga yang mengalaminya saat berusia 8 tahun bahkan ada yang mengalami haid pertamanya saat usia 13 atau 15 tahun. Sebaiknya Anda mulai membicarakannya dengan anak anak Anda tentang haid ini pada saat usia anak memasuki 8 tahun. Apakah tidak terlalu dini? Tentu saja tidak, saat anak perempuan Anda berusia 8 hingga 10 tahun mungkin h0rmon-h0rmon se,ksualnya mulai melonjak, karena pubertasnya perubahan pada tubuh anak juga mulai terlihat. Membesarnya payu-dara, bertambahnya bulu di badan, demikian juga dengan betambahnya berat dan tinggi badan, itu persisnya terjadi ketika menjelang haid pertamanya.

2. Cara membicarakannya dengan anak
Kemungkinan anak banyak mendengar tentang haid pertama ini dari teman-teman sekolahnya atau dari informasi yang biasanya didapat secara online. Jika informasi yang didapatkan anak adalah informasi yang benar, itu sangat bagus, tapi jika informasi yang didapatnya salah, tentu itu sangat merugikan bagi anak Anda. Oleh sebab itulah orangtua seharusnya jadi sumber utama dalam masalah pendidikan se,ks bagi anak agar anak mendapatkan informasi yang benar. Namun yang jadi kendala adalah banyak orang tua yang merasa sulit atau tabu membicarakan tentang hal-hal se’ksual dengan anak, khususnya di Indonesia. Anak perempuan umumnya dekat dengan ibunya, jadi yang paling berperan membicarakan hal ini biasanya ibu. 

ibu dan anak remaja
Sebagai Ibu yang tentu pernah juga mengalami kecemasan atau rasa khawatir tentang haid pertama. Coba Anda ingat-ingat pengalaman Anda sendiri saat hendak membicarakan tentang hal ini pada anak. Apa yang saat dulu seharusnya Anda ketahui? Apa yang dulu sangat ingin Anda ketahui tentang haid? Informasi apa yang berguna untuk Anda? Upayakan untuk memberi pandangan yang seimbang pada anak perempuan Anda tentang tujuan menstruasi dan rasa ketidaknyamanannya. Siap-siap saja untuk menjawab banyak pertanyaan dari anak perempuan Anda.

Anak perempuan pra remaja yang akan mendapatkan haid pertama tentu bisa mengerti keterangan sederhana tentang haid yang dijelaskan orang tuanya. Seperti berapa sering haid terjadi, berapa lama haid itu berlangsung atau berapa banyak darah yang keluar saat haid. Jadi, pada tahap awal mendidik anak perempuan tentang haid, yang dapat dijelaskan secara sederhana adalah keterangan yang secara langsung langsung dan praktis tentang apa yang mesti dilakukan saat haid. Selain itu, anak perempuan Anda juga mungkin akan bertanya tentang bagaimana rasanya haid? atau Apa saja yang akan saya alami saat haid datang?

Carilah tempat yang cukup tenang dan santai untuk memulai percakapan dengan anak perempuan Anda. Mungkin yang pertama kali harus Anda bicarakan dengan anak adalah mengenai masa pertumbuhan dan proses anak  beranjak dew,asa. Anda mungkin sebagai orangtua Anda juga dapat mengatakan, ”Sebentar lagi kamu akan mengalami suatu hal yang sangat normal dan pasti dialami semua anak perempuan. Tahukah kamu apa itu?” Atau, seorang ibu pertama-tama bisa membicarakan tentang pengalamannya sendiri, misalnya, ”Saat Bunda seumur kamu, Bunda mulai punya rasa ingin tahu bagaimana rasanya mendapat haid pertama. Bunda dan teman-teman sekolah dulu sering membicarakannya di sekolah. Apakah teman-teman kamu sudah pernah membicarakannya juga?” Cari tahu apa saja yang sudah anak perempuan Anda ketahui tentang mensturasi dan koreksi hal-hal apa saja yang keliru. Bersiaplah jika saat memulai pembicaraan pertama, anak perempuan Anda mungkin akan diam saja karena malu atau merasa tabu dan Andalah yang harus lebih banyak berbicara pada anak.

3. Jangan panik
Kondisi horm0nal anak akan ikut panik jika Anda malah panik terutama saat anak perempuan Anda mengalami haid pertama. Jadi jangan terlihat panik, terutama bagi seorang Ayah yang mengalami hal ini saat istri tidak ada di rumah atau yang single parent.

4. Suruh ke untuk kamar mandi
Suruh anak Anda untuk ke kamar mandi dengan tenang dan lembut. minta dia untuk membersihkan diri, minta juga anak untuk membersihkan CD yang ada darahnya tersebut sebelum keluar dari kamar mandi.

5. Berikan pembalut
Mungkin anak akan butuh pembalut, berikan saja persediaan yang ada milik Ibunya. Jika tidak ada, Anda bisa membelikannya segera. Jika anak belum bisa, ibunya bisa membantu membimbing cara memakai pembalut yang benar. 
anak perempuan gadis puber
6. Ucapkan selamat
Ucapkan selamat pada anak perempuan Anda, bukannya tidak penting, ini agar anak tidak merasa malu jika ingin membicarakannya dengan orang tua. Katakan saja padanya bahwa dulu, Bunda juga merasa malu saat mengetahui bahwa Bunda telah mengalami haid. Rasa malu seperti itu wajar, nanti juga kamu akan terbiasa. Nah, sekarang Bunda ingin mengatakan pada kamu, betapa bangganya Bunda. Anak perempuan Bunda telah mengalami haid, dan itu merupakan sesuatu yang layak untuk dirayakan. Kamu akan menjadi wanita dew,asa mulai sekarang, artinya semua organ-organ kewan’itaanmu sudah siap untuk bekerja. Ini merupakan fase pertama dalam hidup kamu. Mulai sekarang Kamu bukan lagi anak-anak, ada beberapa aturan yang baru, hak-hak dan kewajiban baru pula.

Itulah 6 Cara Menghadapi Anak Saat mensturasi Pertama untuk orang tua, khususnya Ibu agar anak mendapatkan pendidikan se,ks yang tepat. Seharusnya orang tua juga banyak membaca tentang haid agar dapat menjelaskan dengan baik pada anak, kenapa sebagian orang merasa sakit? Apakah anak ingin merahasiakan haidnya terlebih dulu? Bagaimana siklus haid dalam sebulan? dan lain-lain.

Tags: mendidik anak

Related Post "6 CARA MENGHADAPI ANAK SAAT MENSTURASI PERTAMA"

OBESITAS TERNYATA MEMPERCEPAT PUBERTAS ANAK
Obesitas ternyata mempercepat pubertas anak. Ini merupakan
9 TIPS MENDIDIK ANAK REMAJA MASA KINI
9 Tips Mendidik Anak Remaja Masa Kini
6 CARA MENGHADAPI ANAK SAAT PUBERTAS
6 Cara Menghadapi Anak Saat Pubertas -
9 CARA MENDIDIK ANAK YANG SALAH
9 Cara Mendidik Anak Yang Salah - Setiap orang