20 TIPS DAN CARA MENDIDIK ANAK SECARA ISLAMI

Posted on
20 Tips Dan Cara Mendidik Anak Secara IslamiSetelah dalam postingan kemarin membahas tentang 16 Kesalahan Mendidik Anak Dalam Kacamata Islam, sekarang dalam postingan ini membahas bagaimana tips sukses dalam mendidik anak.  Masih di kutip dari buku Koreksi Kesalahan Mendidik Anak  yang ditulis oleh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd hamd hasan Raqith. Berikut 20 tips dan cara mendidik anak secara Islami sejak sebelum anak lahir hingga dia lahir ke dunia

1. Berhati-hati dalam memilih istri 
Tidak sepantasnya bagi seseorang untuk melangkah ke jenjang pernikahan kecuali setelah memohon petunjuk kepada Allah dengan shalat istikharah dan meminta pendapat kepada orang-orang yang sudah berpengalaman dan berpengetahuan. Istri adalah ibu bagi anak-anak. Mereka akan tumbuh dalam bingkai akhlak dan tabiatnya. Pada umumnya istri mempunyai pengaruh yang besar terhadap suami. Ada pepatah mengatakan bahwa seorang laki-laki yang sukses pasti di belakangnya ada wanita hebat yang mendampinginya.
Anak sholehah
2. Memohon kepada Allah agar dikaruniai keturunan yang shalih
Momohon karunia anak shalih merupakan rutinitas para Nabi dan Rasul serta hamba-hamba Allah yang shalih. Sudah sepantasnya kita seorang muslim untuk terus berdo’a agar dikaruniai anak yang shalih. Sebaiknya ini dilakukan juga jauh hari sebelum kita berumah tangga.

3. Memohon pertolongan Allah agar bisa mendidik anak dengan baik
Apabila Allah menolong seorang hamba dalam mendidik anak-anaknya, dengan meluruskan dan melimpahkan taufik kepadanya, niscaya ia akan beruntung dan begitupun sebaliknya. Oleh sebab itu, sekuat apapun usaha kita tidak akan berhasil dalam mendidik anak bila tanpa pertolongan Allah. Jadi, jangan pernah sehari pun terlewati tanpa memohon pertolongan Allah dalam mendidik anak.

4. Berdo’a untuk kebaikan anak dan tidak melaknatnya
Do’a orang tua merupakan salah satu do’a yang mustajab, maka bagi Anda yang sudah menjadi orang tua harus berhati-hati dalam mendo’akan anaknya. Seburuk apapun perangai anak, sebaiknya tetap mendo’akan kebaikan untuknya.

5. Memberi nama dan julukan yang baik kepada anak
Sudah menjadi tugas orang tua untuk menamai anaknya dengan nama yang baik, serta menjauhkan diri dari memberi nama dengan nama yang terlarang, yang menginspirasikan keburukan. Dan orang tua hendaklah memberi julukan anak dengan kata-kata yang baik yang mengandung makna positif.

6. Menanamkan keimanan dan akidah yang shahih dalam jiwa anak
Hal ini merupakan kewajiban bagi orang tua untuk bersungguh-sungguh memperhatikannya. Misalnya dengan mengajarkan dua kalimat syahadat kepada anak sejak kecil agar mereka mampu lafalkan dan menghafalnya. Kemudian orang tua juga mengembangkan kecintaan kepada Allah di dalam hatinya, sehingga anak tahu siapa Tuhannya.

7. Menjauhkan anak dari akhlak tercela
Orang tua hendaknya menanamkan agar anak-anak agar membenci sifat-sifat yang tercela seperti dusta, khianat, iri, dengki, dan lain sebagainya. Sehingga anak tumbuh dengan kebencian terhadap sifat-sifat tersebut dan menjauhinya.

8. Serius memberikan pendidikan dengan keteladanan
Orang tua yang baik hendaklah menjadi teladan bagi anak-anaknya, baik dalam hal sifat, sikap, maupun kebiasaan lainnya yang positif. Sebagai contoh orang tua menunaikan shalat di hadapan anak sehingga anak mempelajari shalat secara praktik dari orang tua. Cara mendidik anak yang paling baik adalah dengan contoh dan teladan yang baik dari orang tua serta orang-orang disekitarnya.

9. Menghindarkan diri dari sikap yang kontradiktif
Tidak sepantasnya orang tua memberi suatu perintah atau nasihat kepada anak, namun keduanya melakukan kebalikannya. Hal ini akan menyebabkan anak menjadi pembangkang dan tidak mau menuruti lagi nasihat orang tuanya.

10. Memberikan kesibukan alternatif yang sesuai untuk anak
Orang tua yang kreatif akan selalu memanfaatkan waktu luang anaknya untuk belajar, tapi belajar di sini bukan berarti seperti membaca, menulis, dan sebagainya. Namun belajar di sini adalah dengan cara yang disenangi oleh anak. Baik berupa permainan ataupun sarana-sarana yang memadukan kesenangan dan memiliki nilai manfaat baginya.

11. Membiasakan anak untuk bangun di akhir malam
Hal ini tak akan bisa terwujud tanpa contoh dari orang tua, karena biasanya seorang anak akan mau melakukan sesuatu bila orang tuanya juga  bersama-sama melakukan hal tersebut. Meskipun tidak rutin setiap malam minimalnya ada satu waktu bangun bersama di akhir malam untuk melaksanakan shalat malam dan amalan lainnya, agar anak terbiasa melakukannya pada saat dia dewasa nanti.

12. Memperhatikan fase-fase usia anak
Sebagaimana yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya, bahwa tiap-tiap fase usia memiliki perlakuan tersendiri yang harus diperhatikan  dan dipenuhi oleh orang tua. Orang tua tidak boleh memperlakukan anak layaknya anak kecil padahal sudah dewasa dan sebaliknya. Hal ini akan berpengaruh pada perkembangan anak.

13. Menjauhkan diri dari membesar-besarkan kesalahan
Orang tua hendaknya menempatkan kesalahan pada posisinya dan menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang terbebas dari kesalahan. Begitupun jika harus menghukum anak, Anda bisa membaca tentang Cara Menghukum Anak Yang Benar.

14. Memberi kesempatan pada anak untuk memperbaiki kesalahan
Hal ini sangat penting dilakukan agar anak bisa bangkit kembali ke arah yang lebih baik dan menjadikan kesalahan sebagai jalan menuju keberhasilan.

15. Mengadakan kajian-kajian ilmu di dalam rumah
Mengadakan kajian-kajian ini dilakukan pada momen-momen tertentu. Misalnya dengan  membaca bersama anak, menonton film edukatif, dan sebagainya kemudian setelah itu dilakukan pengkajian bersama-sama dengan cara berdialog membahas apa yang sudah dibaca atau ditonton tadi.

16. Mengadakan kuis ilmiah di antara anak-anak dan menyiapkan hadiah untuknya
Ini adalah kegiatan yang baik untuk memacu tekad anak-anak untuk mengaktifkan otak mereka, memotivasi belajar anak, melatih mereka untuk menelaah dan membahas buku-buku yang berkaitan serta mempertinggi tingkat kemampuan mereka dalam ranah kognitif. Dengan begitu anak juga belajar berkompetisi dalam hal prestasi.

17. Memperhatiikan kesehatan anak
Banyak orang yang melalaikan hal ini. Sebaiknya orang tua selalu merawat anak meskipun anak tersebut terkena penyakit, terlahir dalam kondisi yang tidak sempurna, atau yang lainnya.

18. Mengingat kebaikan anak
Berterima kasih dan mengingatkan anak akan kebaikan tersebut merupakan hal yang baik, sehingga anak tergerak untuk berbakti, berlaku baik dan melajutkan kebaikan tersebut.

19. Mengingat keutamaan pendidikan di dunia dan akhirat
Hal ini dapat membantu orang tua untuk bersabar dan tabah menanggung beban. Apabila anak menjadi shalih, mereka menjadi penyejuk mata orang tua di dunia dan menjadi sebab datangnya pahala untuknya setelah meninggal dunia.
Bunda muslimah
20. Mengingat dampak kelalaian dalam hal pendidikan anak
Anak merupakan aset orang tua. Mereka tidak akan terputus hubungan dengan anak-anaknya dalam kondisi apapun. Pepatah Arab mengatakan ‘Jika orang tua mengabaikan pendidikan anak-anaknya, mereka akan menjadi duri yang menyangkut di tenggorokannya pada kehidupan dunia ini, kemudian menjadi sebab hukuman untuknya di akhirat’.

Itulah 20 tips dan cara mendidik anak secara Islami. Sebenarnya memang masih banyak ajaran Islam dalam membimbing anak, namun tentunya tidak akan cukup dalam satu tulisan pendek seperti ini saja, apalagi jika dibahas secara mendetail. Semoga ke 20 tips di atas bisa memotivasi kita sebagai orang tua untuk terus mencari ilmu tentang pendidikan anak.